Pagi hari itu, Sabtu 17 Oktober 2026 matahari naik berlahan berusaha membagikan sinarnya. Suara ramai memenuhi pelataran masjid di salah satu Kawasan Pusat Pemrintahan Provinsi Banten (KP3B).
Barisan rapi para siswa-siswi yang memakai baju Ihram memberikan kesan indah dan suci. Bagi siswa laki-laki mengenakan dua helai kain putih tanpa jahitan, dan bagi siswi perempuan mengenakan busana muslimah yang menutup aurat dengan warna serba putih. Mari kita bersama-sama melafalkan niat ihram haji.
‘Labbaik Allahumma hajjan…’ (Ya Allah, aku sambut panggilan-Mu untuk berhaji). Sambil melangkah, kumandangkan kalimat Talbiyah bersama-sama dengan penuh kekhusyukan.”
Rombongan kini tiba di padang Arafah. Wukuf di Arafah adalah puncak dari ibadah haji. Di sinilah seluruh jemaah berkumpul pada tanggal 9 Dzulhijjah untuk memperbanyak dzikir, doa, dan memohon ampun kepada Allah SWT. Mari sejenak kita menengadahkan tangan, merenung, dan berdoa memohon keselamatan dunia dan akhirat.
Selanjutnya para siswa bergerak menuju Muzdalifah, dan dilanjutkan dengan perjalanan ke Mina untuk melakukan simbolisasi lempar jumrah (Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah). Dengan mengucap ‘Bismillahi Allahu Akbar’, kerikil dilemparkan sebagai simbol perlawanan terhadap hawa nafsu dan godaan setan. Kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, ketertiban, dan kekompakan jemaah.
Tibalah kita di Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf, yaitu mengelilingi miniatur Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran berlawanan arah jarum jam. Dimulai dari sejajar Hajar Aswad, sambil memperbanyak doa dan dzikir mengagungkan kebesaran Allah SWT.
Usai tawaf, jemaah menuju bukit Safa dan Marwah untuk melaksanakan Sa’i sebanyak tujuh kali bolak-balik. Ini mengenang perjuangan Siti Hajar mencari air bagi putranya, Nabi Ismail AS. Mengajarkan kita arti pantang menyerah, kerja keras, dan kepasrahan kepada Allah SWT.
Rangkaian ibadah ditutup dengan Tahalul—simbol pencukuran atau pemotongan sebagian rambut—sebagai tanda bahwa seluruh rangkaian manasik telah selesai dilaksanakan dengan tertib.
Semoga melalui kegiatan manasik ini, tertanam niat yang kuat, pemahaman tata cara yang benar, dan kerinduan yang mendalam di hati kita untuk suatu saat nanti bisa menunaikan ibadah haji yang sesungguhnya di Baitullah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.







Beri Komentar