Pagi itu, suasana di salah satu ruang kelas di SMP Islam Tirtayasa tampak berbeda dari biasanya. Barisan meja dan kursi tertata rapi, menciptakan atmosfer yang tenang namun penuh konsentrasi. Hari ini, seluruh siswa kelas VII berkumpul bukan untuk mengikuti ujian mata pelajaran, melainkan untuk mengikuti rangkaian Tes Psikologi (Psikotes).
Kegiatan diawali dengan pengarahan singkat dari tim psikolog yang bertugas. Dengan bahasa yang hangat dan santai, mereka mencairkan ketegangan siswa. Tim psikolog menekankan bahwa agenda hari ini bukanlah ujian yang menentukan kelulusan, melainkan sebuah cermin untuk melihat bakat, minat, serta gaya belajar yang ada di dalam diri masing-masing siswa.
Tepat pukul 08.00 WIB, lembar tes mulai dibagikan. Ruangan seketika menjadi hening, hanya terdengar guratan pensil di atas kertas. Rangkaian tes ini dirancang secara komprehensif, mencakup aspek kecerdasan umum, penalaran logika, kreativitas, hingga kecenderungan kepribadian. Seluruh siswa tampak fokus mengamati setiap instruksi dan menjawab rangkaian soal gambar, deret angka, serta kuesioner pilihan ganda dengan antusias.
Setelah berlangsung selama kurang lebih satu jam, seluruh rangkaian tes akhirnya selesai. Raut wajah lelah namun lega terpancar dari para siswa.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap hasil tes psikologi dapat menjadi kompas bagi siswa dalam menentukan strategi belajar yang tepat. Selain itu, hasil evaluasi ini nantinya akan menjadi panduan berharga bagi guru bimbingan konseling (BK) dan orang tua untuk mengarahkan minat akademik serta karier siswa di masa depan.



Beri Komentar